Elektronika Dasar, Instalasi Listik, Listrik Dasar, Listrik Lanjut, Penggunaan Alat Ukur Listrik

» » » » » » » » Hukum Kirchhoff-Tegangan

Hukum Kirchhoff-Tegangan

Darma Kusumandaru Rabu, 29 April 2015

Hukum Sirkuit Kirchhoff adalah dua buah persamaan yang membahas kekekalan muatan dan energi dalam suatu rangkaian listrik. Hukum ini dikemukakan oleh ilmuwan Jerman bernama Gustav Kirchhoff tahun 1845. Kedua hukum sirkuit ini diturunkan dari persamaan Maxwell dan menggunakan rumus perhitungan dari Georg Ohm untuk menghasilkan hukumnya.
Hukum kirchhoff tegangan disebut juga sebagai Hukum kedua Kirchhoff Hukum loop (putaran) Kirchoff, dan KVL (Kirchhoff's Voltage Law). Hukum Kirchhoff-tegangan menyatakan bahwa dalam rangkaian loop tertutup, jumlah aljabar tegangan dalam cabang tertutup hasilnya nol.
Gambar aplikasi hukum tegangan
Istilah lain jumlah drop tegangan sama dengan tegangan sumber tegangan. Tanda sumber tegangan berlawanan dengan tanda drop tegangan disetiap Resistor.
Persamaan hukum Kirchhoff-tegangan :
Keterangan :
V   = Tegangan sumber
V1 = Drop tegangan R1
V2 = Drop tegangan R2

Contoh Soal :
1. Suatu rangkaian dengan sumber tegangan DC 10V, dirangkai dengan empat buah Resistor 10 Ω, 47 Ω, 100 Ω, dan X Ω. Berapakah nilai resistor X dengan menggunakan hukum kirchhoff tegangan jika arus yang mengalir 20 mA ?

Diketahui : Vs = 10 V
                   R1 = 10 Ω
                   R2 = 47 Ω
                   R3 = 100 Ω
                   I     = 20 mA = 0,02 A
Ditanya    : R4  = ?
Jawab       :
Langkah  pertama menghitung tegangan masing-masing resistor yang diketahui :
Langkah ke dua menggunakan rumus hukum kirchhoff tegangan untuk menghitung V4
Langkah ketiga, mengunakan hukum ohm untuk menghitung R4

Hukum kirchhoff tegangan dapat digunakan sebagai cara untuk membagi tegangan (voltage devider).
Gambar rangkaian pembagi tegangan 
Contoh soal:
2 buah resistor 100 Ω dan  47 Ω dihubungkan dengan sumber tegangan baterai 10 V. Berapakah nilai tegangan pembagi pada  tiap ujung R2?
Diketahui : R1 = 100 Ω
                   R2 = 47 Ω
                   Vs = 10 V
Ditanya   :VR2 = ?
Jawab      :
   Langkah pertama, menghitung nilai tahanan pengganti Rp :
  
   Langkah kedua, menghitung nilai tegangan pembagi : 

1 Komentar:

  1. mungkin yang terahir vr2 bukan 31,9 volt. tapi 3,19 volt. tegangan sumbernya saja 10 volt. 47/147=0,319 bukan 3,19.

    BalasHapus

 
Copyright © 2014 - . Teknik Listrik. All Rights Reserved
Electric_Theme Template by ar_ma. Powered by Blogger
Original Theme by SkyLight_Animation